Guru

 


A. Pengertian Akhlak Terhadap Guru

Kata “akhlak” berasal dari bahasa arab yaitu ” Al-Khulk ” yang berarti tabiat, perangai,

tingkah laku, kebiasaan, kelakuan. Menurut istilahnya, akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam

diri seorang manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa adanya

suatu pemikiran dan paksaan.

Dalam KBBI, akhlak berarti budi pekerti atau kelakuan. Akhlak secara terminologi

berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan

suatu perbuatan yang baik.

Akhlak adalah bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti

perangai, tingkah laku, atau tabiat. Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih, Al Gazali,

dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang

yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.1

Guru adalah pribadi yang selalu digugu dan ditiru, menjadi seorang guru itu tidaklah

mudah karena guru merupakan suatu profesi atau jabatan yang memerlukan keahlian khusus

sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar pendidikan. Kata guru

sudah tidak asing lagi di telinga kita, kata guru memiliki banyak sinomin kata seperti: pendidik,

pelatih, pengajar, trainer, tutor dan lain sebagainya. Dimana tugas mereka adalah sama-sama

mendidik dan mengajar para peserta didiknya baik itu dalam pendidikan formal maupun

informal. Seperti yang dikatakan oleh Syaiful Bahari Djamarah “Guru dalam pandangan

masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak harus

dilembaga formal.

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang guru dijelaskan pula pengertian

guru yaitu: “Pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,

mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur

pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.

Akhlak kepada guru merupakan sebuah keharusan yang dianjurkan oleh para ulama’.

Bahkan dalam kitab Ta’lim wamuta’alim kita diwajibkan untuk menjunjung tinggi seoarng ahli

ilmu (guru). Ali ra berkata: “Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu

huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, di merdekakan ataupun tetap menjadi hambanya.”

Ahklah Terhadap Guru

Guru adalah orang tua kedua, yaitu orang yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi

lebih baik sebagaimana yang diridhoi Allah ‘azza wa jalla. Sebagaimana wajib hukumnya

mematuhi kedua orang tua, maka wajib pula mematuhi perintah para guru selama perintah

tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama.

Tingkatan guru atau orang yang berilmu sangat dijunjung tinggi dalam agama islam.

Seperti dalam firman Allah surat Al mujadalah ayat 11;

Hikmah menghormati Guru

Berdasarkan uraian di atas, betapa pentingnya menghormati guru. Dengan menghormati

guru, kita akan mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain sebagai berikut.

1. Ilmu yang kita peroleh akan menjadi berkah dalam kehidupan kita.

2. Akan lebih mudah menerima pelajaran yang disampaikannya.

3. Ilmu yang diperoleh dari guru akan menjadi manfaat bagi orang lain.

4. Akan selalu didoakan oleh guru.

5. Akan membawa berkah, memudahkan urusan, dianugerahi nikmat yang lebih dari Allah Swt.

6. Seorang guru tidak selalu di atas muridnya. Ilmu dan kelebihan itu merupakan anugerah Allah

Swt. akan memberikan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.9A. Pengertian Akhlak Terhadap Guru

Kata “akhlak” berasal dari bahasa arab yaitu ” Al-Khulk ” yang berarti tabiat, perangai,

tingkah laku, kebiasaan, kelakuan. Menurut istilahnya, akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam

diri seorang manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah tanpa adanya

suatu pemikiran dan paksaan.

Dalam KBBI, akhlak berarti budi pekerti atau kelakuan. Akhlak secara terminologi

berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan

suatu perbuatan yang baik.

Akhlak adalah bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti

perangai, tingkah laku, atau tabiat. Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih, Al Gazali,

dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang

yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.1

Guru adalah pribadi yang selalu digugu dan ditiru, menjadi seorang guru itu tidaklah

mudah karena guru merupakan suatu profesi atau jabatan yang memerlukan keahlian khusus

sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar pendidikan. Kata guru

sudah tidak asing lagi di telinga kita, kata guru memiliki banyak sinomin kata seperti: pendidik,

pelatih, pengajar, trainer, tutor dan lain sebagainya. Dimana tugas mereka adalah sama-sama

mendidik dan mengajar para peserta didiknya baik itu dalam pendidikan formal maupun

informal. Seperti yang dikatakan oleh Syaiful Bahari Djamarah “Guru dalam pandangan

masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak harus

dilembaga formal.

Menurut Abuddin Nata, menjelaskan makna guru sebagai “seseorang yang memberikan

pengetahuan, keterampilan atau pengalaman kepada orang lain.”12 Selain itu,3 Ramayulis

berpendapat bahwa guru adalah orang yang bertanggung jawab untuk membimbing peserta didik


Hikmah menghormati Guru

Berdasarkan uraian di atas, betapa pentingnya menghormati guru. Dengan menghormati

guru, kita akan mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain sebagai berikut.

1. Ilmu yang kita peroleh akan menjadi berkah dalam kehidupan kita.

2. Akan lebih mudah menerima pelajaran yang disampaikannya.

3. Ilmu yang diperoleh dari guru akan menjadi manfaat bagi orang lain.

4. Akan selalu didoakan oleh guru.

5. Akan membawa berkah, memudahkan urusan, dianugerahi nikmat yang lebih dari Allah Swt.

6. Seorang guru tidak selalu di atas muridnya. Ilmu dan kelebihan itu merupakan anugerah Allah

Swt. akan memberikan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Komentar

Posting Komentar